"Selamat Datang di Website Resmi SLB Negeri Karimun - Menuju Pendidikan Setara bagi Semua."

Program Inovasi SLB Negeri Karimun "Green Art"

SLB Negeri Karimun Berinovasi dengan Green Art

Karimun, [5 Februari 2026] - SLB Negeri Karimun telah mengadakan kegiatan inovatif dengan tema "Green Art", sebuah program yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan untuk mengajak siswa serta masyarakat memahami pentingnya pelestarian lingkungan melalui seni.

Dengan melibatkan para siswa, guru, dan orang tua, kegiatan ini menampilkan berbagai karya seni yang terbuat dari bahan daur ulang, seperti sampah plastik dan kertas bekas. Harapannya, siswa tidak hanya belajar tentang seni, tetapi juga memahami konsep daur ulang dan dampaknya terhadap lingkungan. Hal ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk berkreasi, berkolaborasi, dan berbagi ide tentang cara menjaga dan melestarikan alam.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan potensi kreatif mereka. Melalui Green Art, siswa diharapkan dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang menarik dan menawan.

Khairul Effendi Lumban Tobing, S.Pd, salah satu guru di SLB Negeri Karimun, mengungkapkan, "Kegiatan ini sangat positif. Selain sebagai wadah kreativitas, para siswa juga belajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain."

Senada dengan itu, Dhea irminanda, S.Pd. menambahkan, "Melalui Green Art, siswa tidak hanya belajar seni, tetapi juga memahami tanggung jawab kita terhadap bumi. Ini adalah langkah kecil namun berarti untuk menciptakan generasi yang sadar lingkungan."

Kepala SLB Negeri Karimun, dalam sambutannya menegaskan, "Inovasi seperti ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mendidik siswa agar menjadi individu yang kreatif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi dan menginspirasi siswa dalam hal-hal yang positif."

Dengan kegiatan Green Art, SLB Negeri Karimun telah menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademis, tetapi juga tentang membangun karakter dan kepedulian sosial melalui seni.

#SLBNKarimun
#GreenArt
#UjianPraktikSDLB
#PendidikanVokasional
#AnakBerkebutuhanKhususHebat
#BekalKemandirian
#KarimunBerkarya
#SekolahInklusif
#KeterampilanMasaDepan
#GerakanInovasi

Berita & Kegiatan Terbaru SLB Negeri Karimun

Ikuti berbagai informasi, kegiatan sekolah, prestasi peserta didik, serta program pendidikan inklusif terbaru di SLB Negeri Karimun.

Kegiatan Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) Agenda Ke-2 Berlangsung dengan Antusias di SLB Negeri Karimun

SLB Negeri Karimun kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) sebagai agenda ke-2 dalam upaya meningkatkan layanan komunikasi bagi penyandang disabilitas, khususnya peserta didik tunarungu. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan SLB Negeri Karimun dengan menghadirkan narasumber dari DPD GERKATIN Sumatera Barat.

Pelatihan JBI ini diikuti oleh sebanyak 26 peserta yang berasal dari berbagai instansi dan lembaga di Kabupaten Karimun, di antaranya Pengadilan Agama Karimun, Pengadilan Negeri Karimun, Disdukcapil Karimun, Rutan Kelas IIB Karimun, Universitas Karimun, Polres Karimun, Samsat Karimun, SLB YPBB Karimun, SLB Sehati Karimun, serta guru dan tenaga kependidikan dari SLB Negeri Karimun sendiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), etika komunikasi dengan komunitas tuli, serta meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa isyarat di lingkungan pelayanan publik maupun pendidikan inklusif. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi, praktik kelompok, simulasi layanan, hingga ujian akhir sebagai bentuk evaluasi kemampuan peserta.

Kepala SLB Negeri Karimun, Eni Rozita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif dan ramah disabilitas di Kabupaten Karimun.

“Kami berharap melalui kegiatan Pelatihan Juru Bahasa Isyarat ini, semakin banyak masyarakat dan instansi yang mampu memahami pentingnya komunikasi yang setara bagi penyandang tunarungu. Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar bahasa isyarat, tetapi juga membangun empati, kepedulian, dan pelayanan yang lebih inklusif di lingkungan masyarakat,” ujar Eni Rozita.

Beliau juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias hingga akhir kegiatan. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi awal terbentuknya jejaring layanan komunikasi yang lebih baik bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Karimun.

Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah TP 2025/2026 Jenjang SMALB di SLB Negeri Karimun Berjalan Lancar

SLB Negeri Karimun melaksanakan kegiatan Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk jenjang SMALB Kelas XII dengan lancar dan tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan sekolah. Pelaksanaan ujian berlangsung mulai tanggal 2 hingga 9 Maret 2026 dengan sistem ujian tertulis berbasis daring menggunakan media Google Form dan Wayground sebagai bagian dari penerapan digitalisasi pembelajaran dan evaluasi pendidikan di lingkungan sekolah.

Pada tahun pelajaran ini, jumlah peserta ujian sebanyak 4 siswa dengan berbagai jenis ketunaan, yaitu 1 siswa penyandang tunanetra, 1 siswa penyandang tunarungu, 1 siswa penyandang tunagrahita, dan 1 siswa penyandang tunadaksa. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan penuh semangat serta didampingi oleh guru dan pengawas sesuai kebutuhan layanan masing-masing peserta didik.

Pelaksanaan ujian berbasis digital menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri bagi peserta didik, khususnya bagi siswa penyandang tunanetra atas nama R. Aisyah Maharani. Dalam komentarnya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian tahun ini terasa lebih menantang karena menggunakan gawai dan laptop sebagai media utama ujian.

“Tahun ini ujiannya sangat penuh tantangan karena menggunakan gawai dan laptop. Awalnya saya merasa gugup, tetapi justru membuat saya semakin semangat belajar dan mencoba hal baru. Metode digitalisasi ujian ini membuat saya lebih percaya diri untuk mengikuti perkembangan teknologi,” ujar R. Aisyah Maharani.

Sementara itu, guru kelas XII SMALB, Suharni, menyampaikan bahwa perubahan metode ujian dari sistem konvensional menuju digitalisasi merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SLB Negeri Karimun.

“Perubahan metode ujian dari konvensional ke digitalisasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi sekolah dan peserta didik. Kami melihat peserta didik menjadi lebih termotivasi, mandiri, dan terbiasa memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran maupun evaluasi. Tentunya pelaksanaan ini tetap menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik agar ujian tetap ramah, adil, dan inklusif,” jelas Suharni.

Kepala sekolah dan seluruh dewan guru berharap pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah berbasis digital ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih modern, adaptif, dan inklusif di lingkungan SLB Negeri Karimun. Dengan semangat belajar dan dukungan semua pihak, peserta didik diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik serta siap melanjutkan ke jenjang kehidupan berikutnya.