Asesmen & Diagnostik Anak Berkebutuhan Khusus
Setiap anak memiliki keunikan dalam belajar, berperilaku, dan berinteraksi. Namun, sebagian anak menunjukkan perbedaan signifikan yang memerlukan penanganan khusus. Asesmen dan diagnostik menjadi langkah awal yang krusial untuk memahami kebutuhan anak secara akurat dan menyusun intervensi yang tepat.
Apa Itu Asesmen dan Diagnostik?
Asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang kemampuan, kelemahan, perilaku, dan lingkungan anak melalui berbagai metode (observasi, wawancara, tes, dan catatan perkembangan).
Diagnostik adalah upaya mengidentifikasi jenis kelainan atau hambatan spesifik berdasarkan kriteria tertentu, seperti:
Gangguan intelektual
Spektrum autisme (ASD)
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Kesulitan belajar spesifik (disleksia, diskalkulia, disgrafia)
Gangguan komunikasi
Gangguan sensorik (tunanetra, tunarungu)
Tunadaksa, dan lainnya.



Tujuan Asesmen Diagnostik
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anak.
Menentukan status kebutuhan khusus.
Menyusun Program Pendidikan Individual (PPI) atau Rencana Intervensi.
Memberikan rekomendasi bagi orang tua, guru, dan terapis.
Menentukan kelayakan layanan pendidikan khusus (inklusi/sekolah luar biasa)


